
Palangka Raya, Introgator.com-Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung menegaskan bahwa tantangan pembangunan ekonomi daerah ke depan akan semakin berat.
Pemerintah Pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi Kalteng mencapai 5,60 persen pada tahun 2025, meningkat menjadi 6,03 persen pada 2026, dan hingga 7,3 persen pada 2029, guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun yang sama.
Pernyataan tersebut disampaikan Leo saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, yang digelar di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kalteng, Selasa (14/10/2025).
Leo menyoroti penurunan kapasitas fiskal daerah akibat berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) dengan alasan efisiensi. Namun, menurutnya, yang terjadi justru pergeseran anggaran dari daerah ke pusat. “Efisiensi hanya berlaku bagi daerah, sementara di sisi lain pemerintah daerah dituntut tetap memenuhi target dan indikator pembangunan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan antarwilayah. Perbedaan basis pajak antar daerah menyebabkan ketimpangan, sehingga TKD menjadi tumpuan untuk mengurangi kesenjangan dan mendorong pemerataan ekonomi.Tim



