Bupati Murung Raya Heriyus saat menyampaikan sambutannya. (Foto : DiskominfoSP)
Puruk Cahu, introgator.com – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kedatangan para peserta dan tamu Sinode Umum XXV Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Tahun 2026 di Kabupaten Murung Raya. Pemerintah Kabupaten Murung Raya menyambut langsung para peserta yang akan mengikuti agenda penting tersebut.
Bupati Murung Raya, Heriyus, bersama Ketua Umum Panitia Penyelenggara Sinode Umum XXV GKE, Perdie M. Yoseph, Ketua TP-PKK Kabupaten Murung Raya, Warnita Heriyus, serta jajaran panitia, turut hadir dalam prosesi penyambutan yang berlangsung di Gereja Ekklesia Puruk Cahu, Senin (6/7/2026).
Setelah prosesi penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan makan malam bersama dan ramah tamah di Rumah Jabatan Bupati Murung Raya. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan di antara peserta, panitia, unsur pimpinan GKE, pemerintah daerah, dan para tamu yang hadir.
Dalam kesempatan itu, Bupati Heriyus menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, tamu undangan, serta jajaran pimpinan GKE yang telah hadir di Kabupaten Murung Raya.
Heriyus berharap seluruh rangkaian pelaksanaan Sinode Umum XXV GKE dapat berjalan dengan lancar, aman, dan sukses. Ia juga berharap forum tersebut mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang memberikan manfaat bagi penguatan pelayanan gereja sekaligus masyarakat secara luas.
“Selamat datang di Kabupaten Murung Raya. Kami berharap seluruh rangkaian Sinode Umum XXV GKE dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan sukses serta menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi pelayanan gereja dan masyarakat,” ujar Heriyus.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Penyelenggara Sinode Umum XXV GKE, Perdie M. Yoseph, turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta dan tamu yang telah datang ke Murung Raya.
Pelaksanaan Sinode Umum XXV GKE di Kabupaten Murung Raya diharapkan tidak hanya menjadi forum pengambilan keputusan organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persekutuan dan meningkatkan kualitas pelayanan gereja.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu mempererat sinergi antara gereja, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis serta mendorong kemajuan bersama. (Red)



