
Palangka Raya, Introgator.com-Capaian Dinas Pendidikan Kalteng, menurut Reza, mendapat pengakuan dari tingkat nasional.
Sejumlah pejabat Kementerian Pendidikan turut mengunjungi Kalteng, di antaranya Mendikdasmen Abdul Mu’ti, serta dua Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yakni Stella Christie dan Fauzan.
“Ini bukti bahwa apa yang kita lakukan sudah sejalan dengan arah kebijakan nasional dari Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya (16/10/25).
Reza menambahkan, penerapan keterbukaan informasi juga berdampak pada efisiensi anggaran. “Dengan digitalisasi dan keterbukaan data, kita bisa hemat dari pemborosan anggaran dan lebih efektif dalam pelaksanaan program,” katanya.
Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap keterbukaan informasi, Dinas Pendidikan Kalteng telah menyiapkan sarana dan prasarana (sarpras) pendukung, baik manual maupun digital.
Selain kotak saran konvensional, kini tersedia pula fitur digital melalui Platform PENA Kalteng, yang memungkinkan masyarakat langsung menyampaikan laporan atau permohonan informasi melalui sistem yang terhubung ke WhatsApp resmi Disdik.
Tak hanya itu, Dinas Pendidikan juga menyediakan akses inklusif bagi penyandang disabilitas, seperti dokumen dalam huruf Braille dan fasilitas kursi roda.
Dari sisi publikasi, Disdik aktif memanfaatkan berbagai platform digital, mulai dari Instagram, Facebook, TikTok hingga YouTube, agar informasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Menutup paparannya, Reza menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan publik berbasis digital.
Ia bahkan mengajak Komisi Informasi Provinsi Kalteng ikut berkontribusi dalam dunia pendidikan.
“Ke depan kami ingin Komisi Informasi juga bisa mengajar di sekolah-sekolah kita. Cukup dengan satu klik, bisa langsung terhubung ke siswa, seperti saat Gubernur dan Forkopimda mengajar. Anak-anak Kalteng sudah terbiasa belajar dari sosok-sosok inspiratif, dan kami ingin KI menjadi bagian dari itu,” pungkasnya. Tim



