
Palangka Raya, INTROGATOR.com-Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan bantuan pendidikan baik untuk siswa maupun mahasiswa tetap ada di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Bantuan pendidikan melalui Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) merupakan investasi jangka panjang di bidang pendidikan,” tegas Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng Reza Prabowo di Palangka Raya, Selasa (3/3/26).
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran berkomitmen untuk terus memacu serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di provinsi setempat agar senantiasa memiliki daya saing mumpuni dan unggul.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak Kalimantan Tengah yang putus sekolah karena kendala ekonomi,” jelasnya.
Dipaparkannya, melalui Program KHBS Pemprov Kalteng menyalurkan bantuan biaya sekolah Huma Betang kepada 35.000 peserta didik di SMA/SMK/SKH dari keluarga tidak mampu dan wilayah pedalaman.
Bantuan tersebut berupa dana tunai sebesar Rp500 ribu per peserta didik serta untuk keperluan perlengkapan sekolah senilai Rp1 juta per orang untuk kebutuhan satu tahun ajaran.
Selain itu, perlengkapan yang disalurkan meliputi empat stel pakaian seragam, dengan rincian 25.008 seragam putih abu-abu, 34.657 seragam batik khas Kalteng, 24.904 seragam pramuka, 34.657 set seragam olahraga, serta 26.030 pasang sepatu.
Di jenjang perguruan tinggi, pada tahun 2025 tercatat 3.060 mahasiswa telah menerima subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) melalui kerja sama dengan 36 PTN dan PTS se-Kalimantan Tengah dan pada 2026 ini kuota penerima ditingkatkan menjadi 15.000 mahasiswa.
Implementasi KHBS akan terus dievaluasi dan disempurnakan melalui sistem digital terintegrasi. Setiap transaksi bantuan tercatat secara elektronik untuk mencegah penerima ganda dan memastikan bantuan tepat sasaran.Tim



