Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Muhajirin
Palangka Raya, introgator.com – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Muhajirin, melaksanakan kegiatan reses di empat kecamatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendengarkan langsung keluhan masyarakat terkait berbagai isu, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur dasar.
Selama reses, Muhajirin mengunjungi delapan titik dan mendapati bahwa mayoritas warga mengeluhkan kondisi jalan desa yang rusak, khususnya pada musim penghujan.
Menurutnya, sebagian besar akses desa masih bergantung pada jalan tanah yang memprihatinkan, yang berdampak pada aktivitas masyarakat, baik di sektor pendidikan, ekonomi, maupun layanan kesehatan.
“Setiap turun ke lapangan, keluhan soal jalan selalu muncul pertama. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan perbaikan infrastruktur benar-benar mendesak,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Selain persoalan jalan, masyarakat juga mengungkapkan krisis air bersih yang terjadi pada musim kemarau. Banyak warga yang menginginkan pembangunan sumur bor untuk kebutuhan sehari-hari.
Dalam dialog bersama masyarakat, Muhajirin juga menerima laporan mengenai tantangan di sektor pertanian. Perubahan cuaca ekstrem, banjir, dan ketergantungan wilayah Kapuas terhadap pasang surut air membuat produktivitas tanaman rentan menurun dan menyebabkan sejumlah petani mengalami gagal panen.
Terkait isu pertanian, Muhajirin turut menyoroti fenomena viral petani cabai yang mencabut tanamannya akibat harga yang anjlok drastis. Ia menilai komoditas cabai memiliki sifat sensitif karena tidak bisa disimpan lama, sehingga pasar mudah terganggu jika terjadi surplus produksi.
“Cabai ini komoditas yang sangat rentan. Begitu produk berlebih, harga langsung jatuh dan petani merugi,” imbuhnya.
Ia berharap pemerintah daerah semakin memperkuat pendampingan kepada petani melalui perencanaan musim tanam yang lebih terarah, pengaturan distribusi, serta upaya stabilisasi harga pasar. Langkah ini, menurutnya, penting agar kerugian yang dialami petani tidak terus berulang. (red)



