Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah Purdiono
Palangka Raya, introgator.com – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Purdiono meminta pemerintah provinsi agar lebih agresif dalam menemukan terobosan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Dalam situasi keuangan daerah yang dinilai mendesak agar keuangan daerah tetap stabil jika dana transfer dari pusat berkurang.
Menurut Purdiono, struktur pendapatan daerah saat ini masih didominasi oleh dana transfer dari pemerintah pusat. Hal ini menyebabkan fiskal daerah menjadi sangat bergantung pada kebijakan anggaran nasional.
“Ketergantungan fiskal kita masih ke pemerintah pusat. Kalau transfer dikurangi, daerah harus punya langkah antisipasi,” ujar Purdiono, Kamis (2/7/2026).
Ia menyebutkan bahwa masih banyak potensi pendapatan daerah yang belum terkelola dengan baik. Beberapa sumber daya besar masih berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, sehingga daerah memiliki keterbatasan dalam mengelolanya.
Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk memperkuat strategi PAD melalui optimalisasi aset daerah, perbaikan pelayanan pajak, pengembangan investasi, dan pemanfaatan sumber daya yang menjadi kewenangan daerah.
Penguatan PAD sangat penting untuk menciptakan APBD yang sehat dan mandiri. Dengan kondisi fiskal yang kuat, daerah memiliki kapasitas lebih besar untuk mendanai infrastruktur, layanan publik, dan program pemberdayaan tanpa ketergantungan penuh pada pusat.
Purdiono menegaskan bahwa inovasi fiskal harus menjadi agenda jangka panjang agar ketahanan fiskal dan pembangunan daerah dapat lebih berkelanjutan.
“Kami dorong Pemda terus berinovasi agar potensi pendapatan di Kalteng bisa dioptimalkan. Dengan begitu, ketahanan fiskal dan pembangunan daerah lebih berkelanjutan,” pungkasnya. (Red)



