Wakil Gubernur Edy Pratowo bacakan pidato pada Rapat Paripurna Ke-5 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 DPRD Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (6/7/2026). (foto : Ist)
Palangka Raya, introgator.com – DPRD Kalimantan Tengah menggelar rapat paripurna ke-5 masa persidangan III tahun sidang 2026, Senin pagi (6/7/2026). Rapat ini mengagendakan penyampaian jawaban Gubernur Kalimantan Tengah atas pemandangan umum fraksi pendukung DPRD terhadap rancangan peraturan daerah (Raperda) mengenai pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Provinsi Kalimantan Tengah tahun anggaran 2025.
Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD, Riska Agustin, didampingi Wakil Ketua II, Muhammad Ansyari, dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, unsur Forkopimda, para anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, para rektor dan pimpinan perguruan tinggi di Kalimantan Tengah, para asisten, kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan ini, Wakil Gubernur menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi dari Gubernur Agustiar Sabran kepada seluruh fraksi pendukung DPRD yang telah menerima dan menyetujui Raperda APBD 2025.
Edy Pratowo menegaskan bahwa semua saran dan masukan yang diberikan oleh fraksi-fraksi DPRD akan menjadi fokus perhatian dalam pembahasan selanjutnya. Ia menyatakan,
“Ke depan, kami berkomitmen agar setiap anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan bagi Kalimantan Tengah yang semakin sejahtera.”
Wakil Gubernur Edy menjelaskan bahwa pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi dari BPK dan memperkuat pengawasan internal.
Dengan optimasi pendapatan asli daerah dan digitalisasi sistem perpajakan, pemerintah berharap mampu menyusun perencanaan pendapatan yang lebih efektif. Selain itu, dukungan terhadap UMKM dan peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur menjadi prioritas untuk pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Di akhir penyampaian, Edy menegaskan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan di Kalimantan Tengah menunjukkan hasil positif dengan penurunan tingkat kemiskinan dari 5,26% menjadi 4,94%. Hal ini diharapkan menjadi landasan yang kuat untuk Kalimantan Tengah yang semakin berkah, maju, dan sejahtera.
Mengakhiri penyampaiannya, Edy menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan menindaklanjuti seluruh masukan dan saran dari fraksi-fraksi DPRD dalam pembahasan selanjutnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah, memperkuat pelayanan publik, dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan demi Kalimantan Tengah yang semakin Berkah, Maju, dan Sejahtera. (red)



