
Palangka Raya, Introgator.com-Dalam rangka mewujudkan sinergisitas antara petani dan pemerintah, penyuluh pertanian dan pengawas mutu hasil pertanian yang bertanggung jawab dengan kegiatan pendampingan dan pembinaan mutu produksi hasil pertanian, telah melaksanakan ubinan panen padi di lahan Kelompok Tani Karya Mulia 2, Desa Handel Gardu.
Adapun hasil ubinan Gabah Kering Panen (GKP) padi lokal varietas Karang Dukuh yang diperoleh mencapai produktivitas 5,120 ton/hektar.
Sementara itu, jumlah produksi Gabah Kering Giling (GKG) setelah proses pengeringan dengan kadar air 14 % dan pengurangan kotoran minimal 3 % terhitung capaian produksi 4,404 ton GKG/hektar.
“Pemanfaatan teknologi sarana pascapanen Combine Harvester merupakan salah satu cara penanganan pasca panen yang efisien, mengurangi kehilangan hasil (losses), dan menjaga mutu gabah.
Hamparan padi lokal seluas 2.400 hektar di desa Anjir Serapat Tengah ini, siap mendukung peningkatan produksi beras lokal di Kalimantan Tengah.
Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah terus menjalin kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan instansi kabupaten untuk pendampingan dan pengawalan di lapangan, jika terdapat kendala dan permasalahan dalam pemanfaatan alsintan dan manajemen paska panen.
“Mari bekerja sama dan saling mendukung program ketahanan pangan dengan upaya optimalisasi Brigade Pangan dan Brigade Alsintan yang kolaboratif,“ tutur Rendy Lesmana (26/8/25).
Lebih lanjut Rendy Lesmana menyampaikan pengawalan panen varietas padi lokal di Kabupaten Kapuas, diharapkan dapat mewujudkan kemandirian pangan daerah sekaligus mendukung swasembada beras nasional.
Padi lokal Kapuas bukan hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga berpotensi sebagai beras indikasi geografis serta warisan budaya pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi bila dikembangkan secara berkelanjutan.Tim



