
Palangka Raya, Introgator.com- Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin memberikan tantangan kepada pemerintah daerah maupun masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) agar mampu memaksimalkan penyerapan kuota 500 ribu pekerja migran.
“Berapa pun siap kita salurkan,” tegas Mukhtarudin di Palangka Raya, Kamis sore, (27/11/25) saat ditanya kuota yang dialokasikan untuk Kalimantan Tengah.
Adapun kuota 500 ribu pekerja migran tersebut, yakni merupakan Quick Win 2025-2026 berdasarkan arahan Presiden RI.
Mukhtarudin memaparkan, pemerintah sedang menyiapkan 500 ribu tenaga kerja di sektor caregiver atau pengasuh, welder atau tukang las, manufaktur, hospitality atau industri di bidang pelayanan, nurse atau perawat, truck driver atau sopir truk dan lainnya.
Kemudian dari 500 ribu target penempatan pekerja migran itu, terbagi menjadi 300 ribu untuk lulusan SMK, serta 200 ribu lainnya adalah umum yang diproyeksikan untuk ditempatkan di Jepang, Jerman, Korea Selatan dan beberapa lainnya.
Oleh karena itu, Mukhtarudin menegaskan pentingnya penyiapan sumber daya manusia (SDM), tidak hanya dari sisi ilmu pengetahuan, kemampuan ataupun kompetensi, tetapi juga penguasaan bahasa.
“Dan seperti yang dari Poltekkes Palangka Raya ini, sudah ada yang bekerja di Jepang, Jerman dan Arab Saudi. Peluang ke depan ini sangat terbuka bagi masyarakat Kalimantan Tengah,” tegas di sela mengunjungi Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.
Dia menjabarkan, berdasarkan data SIP2MI aktif dalam SISKOP2MI per 23 November 2025 tersedia 351.407 lowongan pekerjaan di luar negeri.
Hanya saja dari jumlah lowongan tersebut yang telah dilamar adalah 66.877 lowongan atau 19 persen, sedangkan sisanya masih sebanyak 284.530 lowongan atau 81 persen.
Oleh karenanya, Kementerian P2MI mendorong pemerintah daerah maupun masyarakat untuk bersama-sama menyiapkan berbagai hal yang diperlukan, sehingga peluang kerja ini bisa benar-benar dimaksimalkan.
Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo menegaskan, pemerintah provinsi siap menindaklanjuti arahan Kementerian P2MI untuk memaksimalkan peluang 500 ribu pekerja migran tersebut.
“Kita mendorong terus informasi serta untuk mengakses program Quick Win itu,” jelasnya.Tim



