
Palangka Raya, Introgator.com-Kadispursip Kalteng Adiah Chandra Sari menjelaskan bahwa IPLM menjadi instrumen penting bagi Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi serta Kabupaten/Kota untuk mengukur sejauh mana kemampuan literasi masyarakat berkembang, baik dari sisi akses informasi, kemampuan membaca, maupun partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan literasi di berbagai daerah.
“Dengan adanya indeks ini, pemerintah daerah dapat menilai efektivitas program literasi yang telah dijalankan serta menentukan arah kebijakan yang lebih tepat untuk meningkatkan minat baca dan kualitas sumber daya manusia di daerahnya”, imbuh Adiah (18/10/25).
Sementara itu, dalam laporan pengukuran juga disebutkan beberapa kabupaten/kota bahkan berhasil mencapai skor dengan kategori “Tinggi”, seperti Kabupaten Barito Selatan (88,57), Kabupaten Lamandau (87,76), dan Kabupaten Sukamara (85,46).
Hal ini mengindikasikan adanya program literasi yang berjalan efektif, dukungan pemerintah daerah yang kuat, serta partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan literasi.
Berikut skor nilai IPLM 2025 dan kategorinya secara lengkap adalah sebagai berikut:
1) Provinsi Kalimantan Tengah: 72,94 (Sedang)
2) Kab. Barito Selatan: 88,57 (Tinggi)
3) Kab. Lamandau: 87,76 (Tinggi)
4) Kab. Sukamara: 85,46 (Tinggi)
5) Kab. Barito Utara: 85,10 (Tinggi)
6) Kab. Seruyan: 80,49 (Tinggi)
7) Kab. Pulang Pisau: 80,35 (Tinggi)
8) Kota Palangka Raya: 78, 82 (Tinggi)
9) Kab. Katingan: 73,54 (Sedang)
10) Kab. Murung Raya: 68,76 (Sedang)
11) Kab. Kotawaringin Barat: 65,36 (Sedang)
12) Kab. Gunung Mas: 59,42 (Sedang)
13) Kab. Kotawaringin Timur: 57,58 (Sedang)
14) Kab. Barito Timur: 56,01 (Sedang)
15) Kab. Kapuas: 53,63 (Sedang)
Adiah menuturkan, pengukuran IPLM ini menandakan bahwa pembangunan literasi masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah terus menunjukkan kemajuan pesat dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui literasi, meskipun ada tantangan yang perlu diatasi di beberapa daerah.
Kabupaten-kabupaten dengan skor tinggi menjadi contoh praktik terbaik yang dapat dijadikan acuan bagi daerah lain, sedangkan wilayah dengan skor rendah memerlukan perhatian khusus melalui program literasi yang lebih terencana, inovatif, dan adaptif.
“Dengan pemahaman lebih mendalam mengenai kondisi literasi melalui IPLM, Provinsi Kalimantan Tengah dapat merancang kebijakan, program, dan strategi yang tepat sasaran, sehingga tercipta masyarakat yang melek literasi, kritis, kreatif, dan siap menghadapi dinamika di era informasi dengan percaya diri”, pungkas Adiah. Tim



