
Palangka Raya, Introgator.com-Gubernur juga menyinggung penertiban kendaraan angkutan, khususnya truk-truk yang tidak memiliki dokumen lengkap. Ia menegaskan bahwa Pemprov tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran tersebut.
Terkait upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Gubernur menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif, termasuk apel besar dan pengawasan di lapangan. “Alhamdulillah, saat ini Kalimantan Tengah tergolong minim risiko karhutla, meski wilayahnya sangat luas,” katanya. (1/8/25)
Ia juga menjelaskan mengenai Car Free Night yang rutin digelar setiap malam minggu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) serta menggerakkan UMKM. “Banyak yang mengira kami mengeluarkan anggaran besar karena mengundang artis, padahal tidak. Sebagian biaya artis kami tanggung pribadi. Yang terpenting, UMKM tumbuh dan masyarakat Kalteng punya alternatif hiburan akhir pekan di dalam kota,” jelasnya.
Selain itu, Car Free Night Huma Betang juga menjadi wadah pelestarian budaya dan kearifan lokal Kalteng.
Dalam pertemuan bersama wartawan, Gubernur menjelaskan Program Huma Betang Sejahtera (HBS) yang dirancang sebagai bagian dari visi dan misi pembangunan daerah. Program ini akan dituangkan dalam delapan bentuk bantuan dan pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dalam satu kartu, yaitu Kartu Huma Betang Sejahtera.
“Kartu Huma Betang Sejahtera dirancang untuk menyederhanakan akses masyarakat terhadap berbagai bentuk bantuan sosial dan program pemberdayaan. Nantinya, delapan program akan terintegrasi dalam satu kartu,” jelas Gubernur.
Delapan program tersebut meliputi Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp2 juta per kepala keluarga, Operasi Pasar Sembako Murah, Program Sekolah dan Kuliah Gratis, Layanan Kesehatan Gratis berbasis KTP/BPJS, Akses ke Lapangan Kerja, Bantuan Modal untuk Petani, Bantuan untuk Nelayan serta Bantuan Perumahan bagi Guru.
Gubernur juga menyampaikan bahwa Pemprov Kalteng telah menyiapkan anggaran sebesar Rp150 miliar sebagai bentuk upaya mewujudkan keadilan dan pemerataan pembangunan, termasuk untuk alokasi ke desa-desa.
“Kami siapkan Rp150 miliar untuk mendukung pemerataan pembangunan di Kalimantan Tengah. Setiap desa akan mendapat dana antara Rp250 juta hingga Rp500 juta. Dana ini akan digunakan untuk berbagai program, termasuk insentif bagi ketua RT, ustadz, ustadzah, pendeta, basir, serta pembangunan infrastruktur desa,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa terdapat pula alokasi anggaran sekitar Rp125 miliar hingga Rp150 miliar yang akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur, sektor kesehatan, pendidikan, dan bidang lainnya.
“Insya Allah, program ini akan mulai diberlakukan pada tahun 2026. Sebelum penyaluran, akan dilakukan proses verifikasi kelayakan bagi calon penerima bantuan,” beber Gubernur.
Gubernur juga memperkenalkan sejumlah destinasi unggulan seperti Taman Nasional Tanjung Puting, Sebangau, dan Nyaru Menteng sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata berbasis lingkungan.
Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan sejumlah program unggulan yang terus didorong Pemprov Kalteng, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, olahraga, keagamaan, sosial, dan lingkungan hidup.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalteng M. Zainal menyampaikan apresiasinya terhadap gaya kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran yang dinilai terbuka dan komunikatif, termasuk kepada insan pers.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan ke depan. Ini penting untuk menyerap masukan dan menemukan solusi atas berbagai kendala pembangunan. Kami, insan pers, sangat mengapresiasi keterbukaan komunikasi dari Pak Gubernur. Meski mungkin tidak semua bisa langsung dipenuhi, namun banyak hal yang kini mulai terwujud,” pungkasnya.Tim



