
Puruk Cahu, introgator.com – Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Pemkab Mura), menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Tirai Huma Tangka Balang.
Turut Hadir pada Musrenbang RKPD 2026 ini seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga pelaku dunia usaha.
Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan komitmen bersama untuk merancang program pembangunan yang partisipatif dan menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Mura Hermon mengungkapkan bahwa perencanaan pembangunan harus sejalan dengan visi Murung Raya Hebat, serta mendukung pencapaian target Murung Raya Emas 2030. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang terintegrasi, berbasis data, dan responsif terhadap dinamika sosial ekonomi masyarakat.
“Musrenbang ini bukan sekadar forum formalitas, tetapi menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat demi memastikan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Murung Raya,” tegas Hermon.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya peningkatan mutu pendidikan, pemerataan layanan kesehatan, percepatan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup.
Hermon juga menyoroti perlunya sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menjalankan program pembangunan. Ia berharap hasil Musrenbang RKPD 2026 dapat menghasilkan kebijakan yang realistis, adaptif, dan mampu memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Hasil dari Musrenbang ini akan menjadi landasan kuat bagi penyusunan program prioritas dan pengalokasian anggaran pembangunan di tahun 2026. Kami ingin semua program yang dirancang benar-benar menjawab harapan masyarakat dan mendorong percepatan pembangunan daerah,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Murung Raya optimistis bahwa melalui perencanaan yang matang, sinergis, dan berbasis partisipasi masyarakat, daerah ini mampu bergerak lebih cepat menuju Murung Raya Emas 2030: maju, mandiri, dan sejahtera. (Red)