
Palangka Raya, Introgator.com-Wagub Edy Pratowo mengatakan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor sumber daya alam mencapai angka fantastis hingga ratusan triliun rupiah secara nasional.
Namun, ketika dana tersebut dikembalikan ke daerah penghasil, jumlahnya menurun drastis dan bahkan tidak sebanding dengan potensi yang disumbangkan.
“Melalui PNBP, penerimaan negara bukan pajak. Itu kan ratusan triliun, triliunan. Nah, ketika kembali ke daerah, ke Kalimantan Tengah, ke daerah penghasil, itu nilainya enggak sampai ratusan, enggak sampai triliunan, bahkan mungkin hanya sekian miliar,” ungkapnya (14/10/25).
Menurut Edy, ketimpangan tersebut membuat pembangunan di daerah, khususnya di sektor infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, berjalan lebih lambat. Padahal, pembangunan infrastruktur membuka konektivitas wilayah yang masih terisolasi dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di pedalaman.
Ia juga menekankan bahwa pembagian hasil yang lebih adil bukan hanya akan memperkuat kemandirian fiskal daerah, tetapi juga mendorong terwujudnya pembangunan berkelanjutan.
Dengan dukungan dana yang memadai, pemerintah daerah dapat mempercepat pembangunan pabrik pengolahan, fasilitas hilirisasi, serta infrastruktur penunjang ekonomi lainnya. Langkah tersebut, menurutnya, menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing daerah, menekan laju inflasi, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah. Tim



